ANAK DAN EKSPEKTASI ORANG TUA

 


orang tua yang memiliki luka masa lalu tentang kegagalan dan segala mimpi yang gagal ia raih, lantas secara tidak sadar melampiaskan kegagalannya kepada anaknya, dengan dasar “Jangan sampai anakku merasakan pahitnya hidup seperti yang ku rasakan“. itu toxic banget.


Padahal sang anak juga punya hak untuk memilih apakah ia mau melakukan ini itu karenakesadarannya sendiri, bukan karena di suruh. "Nak, kamu haru kuliah.." atau "Nanti kalau sudah lulus langsung daftar TNI saja". Dan sesuatu menggelikan semacam itu.


Kadang anak harus dibiarkan melangkah dengan kakinya sendiri, meskipun jatuh atau terseok, tapi itu mengajarkan anak untuk menjadi tangguh. Tapi tidak ada salahnya, jika membersarkan anak secara sempurna tanpa pernah jatuh lalu lebam.


Entahlah, aku hannya kasian. Diasaat melihat anak-anak harus memgubur mimpinya demi membahagiakan irang tua. Demi agar tidam durhaka

Komentar