Jadi gru tidak usah punya niat bikin pintar orang. nanti kamu cuma masah-marah kalau lihat muridmu tidak pintar. ikhlasnya bisa hilang. yang pentikng niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. masalah nanti muridmu jadi pintar atau tidak, serahkan semua kepada Allah. didoakan saja terus menerus, agar muridnya mendapat hidayah. -KH. Maimum Zubair
udah masuk bulan ke lima jadi seorang guru, dan masih kagok ketika dipangil dengan sebutan ustazah (guru). tapi memang manusia selalu memiliki tuntutan untuk menghadapi setiap perubahan di setiap part hidupnya. dan kontradiktifnya, manusia adalah makhluk yang tidak suka perubahan.
selama lima bulan ini aku mencoba pelan-pelan mengubah diriku. ngerasa aja kalau aku jadi lebih sabar daripada yang dulu-dulu. lebih peduli alasan dari setiap tindakan orang lain. dan emang pada dasarnya manusia ga suka dengan yang namanya perubahan, karena itu bikin ga nyaman.
saat perayaan hari guru di sekolah, ada tradisi salim, dimana siswa menyampaikan maaf dan terimakasih, dan banyak doa-doa yang disampaikan dari guru-guru. kegiatan 65 menit yang cukup membuat terharu tapi lucu buat aku yang baru pertama kali ada diposisi guru.
EMOTIONLESS
masih inget banget, dulu pernah denger kalimat dari dosen ku,
"Antara guru dan murid harus saling iklas, agar ilmunya barokah"
interaksi menjadi poin penting saat kegiatan belajar mengajar, karena ga hannya siswa yang dapet manfaat transfer ilmu, tapi juga guru yang dapet feedback. jadi kalau gurunya udah dongkol atau emosi sama kelakuan salah satu siswa, udah deh... waktu jam pelajaran, guru bakal marah-marah dikelas dan ngebuang waktu siswa lain yang diawal kelas punya niat belajar.
marah-marah dikelas udah ga efektif lagi buat generasi z.
UNDERSTANDING
berprinsip kalau mirid ku ga paham dan ga dapet menuhin target menguasai materi, itu karena keterbatasanku yang kurang maksimal. aku jadi mikir, kenapa ya mereka ga ada semangatnya gitu pas jam pelajaran ku, atau kenapa ya mereka hyper aktif dan sulit fokus.
pernah saking penasarannya, aku akhirnya ngasih mereka tugas bercerita yang dimana mereka menceritakan kehidupan mereka. dan wallaaa.... banyak sad story dari hidup mereka. entah dari keluarga yang berantakan, dia sering nerima KDRT, dan banyak lagi yang ngebuat aku spechless.
dan tentu, apapun alasan dari tindakan mereka, itu tidak bisa dijadikan pembenaran atas kenakalan atau hal-hal yang melanggar nilai atau norma sosial.
lalu mulai deh aku baca-baca buku dan ngebongkar google atau youtube, gimana cara nanganin mereka satu persatu. capek, tapi menurutku worthit.
dari situ, aku mulali paham dan belajar, kadang kita cuma harus memahami dan jadi pendengar yang baik, untuk bisa memahami alasan dari setiap perbuatan mereka.
THEY'RE ALSO TEACHER
flashback lagi selama lima bulan terakhir.
apa bener aku ini guru yang baik, ternyata banyak hal yang harus di tingkatkan dari akunya sendiri.
bahkan aku lebih banyak mengambil pelajaran secara tidak langsung dari mereka. tentang solidaritas mereka,, pola pikir mereka memandang dunia, live hack mereka, dan hal-hal konyol atau sekedar tebak-tebakan seru.
ya, mereka adalah guru-guruku juga.
bahkan Ki Hajar Dewantara, tokoh nasional yang menanamnya nilai-nilai pendidikan saja juga punya guru dan sepanjang hidupnya adalah pembelajaran.


Komentar
Posting Komentar